Macam-macam Batuk Yang Menyerang Anak

Batuk merupakan salah satu gejala yang paling sering ditemukan pada anak dan merupakankeluhan yang seringkali menyebabkan orang tua membawa anak mereka ke dokter. Baukt merupakan gejala dari sebagian besar infeksi pernapasan. Infeksi pernapasan meliputih:

  1. Infeksi pernafasan atas seprti pilek (dikenal sebagai common colds, hidung beringus, nasofaringitis akut atau faringoronitis akut)
  2. Infeksi pernapasan bawah seperti pneumonia, bronkitis, bronkialitis.

Pada dasarnya, batuk tidak terlalu berbahaya karena batuk adalah sebuah mekanisme untuk mengeluarkan sesuatu atau lendir. Batuk pada anak perlu diwaspadai jika disertai dengan:

  1. Demam tinggi sampai 39 derajat Celcius dan lebih dari 3 hari
  2. Lesu dan bernapas cepat
  3. Dada terasa sesak, bibir wajah dan lidah kebiruan
  4. Batuk Berdarah.

Dan berikut ini beberapa macam batuk yang sering menyerang anak-anak, yang harus diwaspadai oleh setiap orang tua:

  • Batuk menggonggong

Biasanya muncul di malam hari. Penyebabnya adalah peradangan pada saluran napas dan tenggorokan atau Croup, saluran napas yang meradan akan makinsempit dan pita suara membengkak sehingga bayi sering sulit bernapas. Anda bisa memabntunya bernapas lebih lega dengan penguapan sekitar 20 menit, misalnya dengan membuka kran air panas sehingga kamar mandi penuh uap air panas.

  • Batuk Rejan

Pertusisi atau whooping cough ditandai dengan batuk yang panjang tanpa jeda yang diakiri oleh suara hirupan napas yang kuat atau whoop yang terjadi saaat anak mencoba menarik napas kembali setelah batuk terus meneurs. Kemungkinan anak terkena pertusis makin besar jika ia belum atau tidak diimunisasi DPT. Penyakit ini dapat mematikan sehingga anak harus segera mendapatkan penanganan.

  • Batuk dengan mengi

Terdengar sura anak mengeluarkan napas menandakan adanya sumbatan di jalan pernafasan bawah. Penyebab sumbatan ini bisa dikarenakan pembengkakan akibat infeksi pernapasan bawah seperti pneumonia dan bronchiolitis, asma atau adanya sesuatu yang tersangkut di saluran napas. Segera bawa anak ke dokter.

  • Batuk malam hari

Biasanya terjadi karena sumbatan pada hidung dan sinus mengalir ke tenggorokan kemudian menimbulkan iritasi. Asma juga dapat memicu batuk pada malam hari karena saluran napas cenderung sensitif dan mudah teriritasi. Tidurkan anak dengan bantal yang agak tinggi sehingga kepala dan bahunya tersandara bantal. Posisi ini menghindarkan cairan di hidung turun ke tenggorokan.

  • Batuk alergi.

Terjadi karena alergi, sehingga orang tua harus memperhatikan apa saja yang terjadi beberapa saat sebelum terjadinya batuk. Apakah udara di kamar terlalu dingin atau kering, kain-kain penutup tempat tidur, bantal dan jendela masih bersih, adakah debu yang menempel, dll. Buat daftar semua pengamatan itu, lalu konsultasikan ke dokter untuk menemukan pemicu alergi.

  • Batuk disertai pilek

Bisa batuk kering atau berdahak. Penyebab awalnya adalah infeksi yang penyembuhannya lambat.  Misalnya, infeksi di saluran pernapasan bagian atas karena virus influenza. Batuk ini biasanya sembuh bila infeksinya sembuh.

  • Batuk dengan demam

Bila demamnya tidak tinggi, Anda tak perlu terlalu khawatir. Tapi bila demam tinggi lebih dari 39°C, bayi tampak lesu dan napasnya cepat, makan harus waspada karena mungkin ia terkena pneumonia

  • Batuk karena RGE Refluks Gastroesofagus (RGE)

yakni kondisi bayi setelah minum susu, seharusnya susu masuk ke saluran pencernaan, mengalami aliran balik ke atas dan sebagian dapat masuk ke saluran napas. Walau jumlahnya sedikit, cairan yang masuk ke saluran napas ini dapat menimbulkan radang paru sehingga harus diopname. Bila karena RGE, maka pola pemberian susu atau makanan harus diperbaiki

Wajib untuk para orang tua mengenali macam-macam batuk yang dapat menyerang anak sebagai langkah awal untuk mencegah terjadinya batuk.

| Macam-macam Batuk Yang Menyerang Anak

[sumber: ayahbunda.co.id]